Lalu sesudahnya, frekuensi menangis akan menurun
Jumat, 27 November 2009
Kenali 6 Macam Alergi pada Anak
Ada banyak penyebab alergi yang mengancam kesehatan si kecil. Ketahui segera, sebelum perkembangan anak Anda terganggu.
Alergi adalah reaksi kepekaan abnormal tubuh terhadap suatu benda atau zat tertentu. Misalnya, anak yang alergi terhadap protein susu, akan segera timbul eksim ditubuhnya ketika ia minum susu sapi. sedangkan anak yang tak ada masalah dengan kekebalan tubuhnya, akan baik-baik saja saat minum susu sapi.
Gejala Alergi bisa muncul kapan saja, meski umumnya banyak juga yang sudah menunjukkan gejala sejak kecil. Nah, para ibu, sebaiknya Anda pahami dulu berbagai alergen yang dapat menyerang si kecil, supaya dapat memberikan penanganan yang tepat.
BERBAGAI TIPE ALERGI
Gejala alergi mudah untuk dikenali. Pada anak, gejala yang sering dikeluhkan biasanya batuk dan eksim (kulit menjadi kemerahan dan gatal). Untuk mengetahui penyebabnya, jangan tebak-tebak buah manggis. Konsultasikan ke dokter dan lakukan tes sesuai prosedur.
Secara umum biasanya alergi yang terjadi :
1. Alergi debu rumah
seperti pada umunya alerdi debu rumah menyebabkan bersin, mata serta hidung gatal dan berair terus-menerus. Debu itu sendiri terdiri dari partikel-partikel kecil yang membentuk debu. Diantaranya serat tekstil, jamur, sisa makanan, kapuk, kecoak, dan tungau. Tungau inilah partikel terbanyak yang mendominasi debu.
2. Alergi Pollen
Pollen adalah tepung sari sejenis tanaman rumput. Tepung sari padi merupakan salah satu alergen (zat penyebab alergi) di Indonesia. Mereka yang tinggal di peternakan atau dekat sawah, beresiko besar terkena alergi ini.
3.Alergi Spora Jamur
Spora jamur yang dimaksud adalah jenis jamur yang berterbangan di udara, bukan jamur sejenis tanaman. Seperti halnya debu dan pollen, spora jamur juga merupakan penyebab timbulnya alergi rhinitis (pilek karena alergi).
4. Alergi obat
Alergi Obat timbul ketika sistem imunitas mendeteksi masuknya obat sebagai zat berbahaya sehingga lalu memberikan reaksi sebagai upaya untuk melindungi tubuh. Alergi obat termasuk alergi yang jarang terjadi, namun umumnya anak yang mengidap asma atau alergi lainnya, punya kecenderungan alergi juga terhadap jenis obat tertentu.
5. Alergi Makanan
alergi makanan lazim terjadi pada bayi. Umunya bayi alergi terhadap protein susu atau telur, baik bagian putih atau kuningnya, juga pada beberapa jenis makanan laut. Gejala alergi makanan yang muncul bisa berupa demam, infeksi telinga, hidung berair ataupun tersumbat, mata merah atau berair, timbul bercak kemerahan pada kulit dan timbul gejala seperti asma.
Memberikan Asi eksklusif pada bayi, dapat mengurangi resiko terjadinya alergi. Dan selama memberikan Asi sebaiknya ibu juga menghindari makanan yang dapat menimbulkan alergi.
6. Alergi Serpihan Kulit Binatang
serpihan kulit anjing, kucing, dan kuda merupakan penyebab alergi. Tapi alergi tersebut juga tidak datang tiba-tiba. Seorang anak yang membawa faktor alergi di tubuhnya, kemudian melakukan kontak dengan alergen, dalam kasus ini misalnya bulu kucing secara terus menerus dan dalam waktu yang lama, kemungkinan besar bisa menjadi alergi. Oleh sebab itu, alergi bisa saja baru muncul ketika nanti si kecil sudah lebih besar.
Jauhi si kecil dari Alergi
Mengapa si kecil bisa alergi, penyebab terbesarnya adalah faktor keturunan. Namun menurut data statistik, bila kedua orang tuanya tidak alergi, belum tentu anaknya luput dari resiko alergi, meskipun kemungkinannya kecil 12,5%.
Normalnya, tubuh memproduksi zat antibodi untuk mempertahankan tubuh dari kuman atau virus. Salah satu zat antibodi yang diproduksi ini adalah imunogloin-E(IgE). Pada anak yang alergi, produksi IgE cenderung berlebihan, sehingga menimbulkan reaksi tertentu ketika terpapar oleh alergen. Bila sejak usia 2 atau 4 tahun seorang anak sering menunjukkan reaksi alergi, kemungkinan besar kondisinya akan berkembang menjadi atopi atau alergi tipe satu.
Untuk mengetahui apakah si kecil alergi. Anda bisa melakukan tes di sebuah klinik khusus. Biasanya tes dilakukan dengan prick test, yaitu memasukkan ekstrak alergen pada kulit dengan menggunakan jarum. Ada 32 jenis tes yang dilakukan.
Cara lain dengan mengambil darah untuk diperiksa IgE spesifik terhadap berbagai jenis alergen di laboratorium.
Karena pada saat ini resiko alergi pada anak semakin meningkat, ada baiknya Anda mulai mencatat setiap gejala yang mungkin timbul karena alergi. Perhatikan juga jika Anda mencoba menghilangkan jenis makanan tertentu dari menu si kecil, apakah gejala itu bisa hilang.
Alergi adalah reaksi kepekaan abnormal tubuh terhadap suatu benda atau zat tertentu. Misalnya, anak yang alergi terhadap protein susu, akan segera timbul eksim ditubuhnya ketika ia minum susu sapi. sedangkan anak yang tak ada masalah dengan kekebalan tubuhnya, akan baik-baik saja saat minum susu sapi.
Gejala Alergi bisa muncul kapan saja, meski umumnya banyak juga yang sudah menunjukkan gejala sejak kecil. Nah, para ibu, sebaiknya Anda pahami dulu berbagai alergen yang dapat menyerang si kecil, supaya dapat memberikan penanganan yang tepat.
BERBAGAI TIPE ALERGI
Gejala alergi mudah untuk dikenali. Pada anak, gejala yang sering dikeluhkan biasanya batuk dan eksim (kulit menjadi kemerahan dan gatal). Untuk mengetahui penyebabnya, jangan tebak-tebak buah manggis. Konsultasikan ke dokter dan lakukan tes sesuai prosedur.
Secara umum biasanya alergi yang terjadi :
1. Alergi debu rumah
seperti pada umunya alerdi debu rumah menyebabkan bersin, mata serta hidung gatal dan berair terus-menerus. Debu itu sendiri terdiri dari partikel-partikel kecil yang membentuk debu. Diantaranya serat tekstil, jamur, sisa makanan, kapuk, kecoak, dan tungau. Tungau inilah partikel terbanyak yang mendominasi debu.
2. Alergi Pollen
Pollen adalah tepung sari sejenis tanaman rumput. Tepung sari padi merupakan salah satu alergen (zat penyebab alergi) di Indonesia. Mereka yang tinggal di peternakan atau dekat sawah, beresiko besar terkena alergi ini.
3.Alergi Spora Jamur
Spora jamur yang dimaksud adalah jenis jamur yang berterbangan di udara, bukan jamur sejenis tanaman. Seperti halnya debu dan pollen, spora jamur juga merupakan penyebab timbulnya alergi rhinitis (pilek karena alergi).
4. Alergi obat
Alergi Obat timbul ketika sistem imunitas mendeteksi masuknya obat sebagai zat berbahaya sehingga lalu memberikan reaksi sebagai upaya untuk melindungi tubuh. Alergi obat termasuk alergi yang jarang terjadi, namun umumnya anak yang mengidap asma atau alergi lainnya, punya kecenderungan alergi juga terhadap jenis obat tertentu.
5. Alergi Makanan
alergi makanan lazim terjadi pada bayi. Umunya bayi alergi terhadap protein susu atau telur, baik bagian putih atau kuningnya, juga pada beberapa jenis makanan laut. Gejala alergi makanan yang muncul bisa berupa demam, infeksi telinga, hidung berair ataupun tersumbat, mata merah atau berair, timbul bercak kemerahan pada kulit dan timbul gejala seperti asma.
Memberikan Asi eksklusif pada bayi, dapat mengurangi resiko terjadinya alergi. Dan selama memberikan Asi sebaiknya ibu juga menghindari makanan yang dapat menimbulkan alergi.
6. Alergi Serpihan Kulit Binatang
serpihan kulit anjing, kucing, dan kuda merupakan penyebab alergi. Tapi alergi tersebut juga tidak datang tiba-tiba. Seorang anak yang membawa faktor alergi di tubuhnya, kemudian melakukan kontak dengan alergen, dalam kasus ini misalnya bulu kucing secara terus menerus dan dalam waktu yang lama, kemungkinan besar bisa menjadi alergi. Oleh sebab itu, alergi bisa saja baru muncul ketika nanti si kecil sudah lebih besar.
Jauhi si kecil dari Alergi
Mengapa si kecil bisa alergi, penyebab terbesarnya adalah faktor keturunan. Namun menurut data statistik, bila kedua orang tuanya tidak alergi, belum tentu anaknya luput dari resiko alergi, meskipun kemungkinannya kecil 12,5%.
Normalnya, tubuh memproduksi zat antibodi untuk mempertahankan tubuh dari kuman atau virus. Salah satu zat antibodi yang diproduksi ini adalah imunogloin-E(IgE). Pada anak yang alergi, produksi IgE cenderung berlebihan, sehingga menimbulkan reaksi tertentu ketika terpapar oleh alergen. Bila sejak usia 2 atau 4 tahun seorang anak sering menunjukkan reaksi alergi, kemungkinan besar kondisinya akan berkembang menjadi atopi atau alergi tipe satu.
Untuk mengetahui apakah si kecil alergi. Anda bisa melakukan tes di sebuah klinik khusus. Biasanya tes dilakukan dengan prick test, yaitu memasukkan ekstrak alergen pada kulit dengan menggunakan jarum. Ada 32 jenis tes yang dilakukan.
Cara lain dengan mengambil darah untuk diperiksa IgE spesifik terhadap berbagai jenis alergen di laboratorium.
Karena pada saat ini resiko alergi pada anak semakin meningkat, ada baiknya Anda mulai mencatat setiap gejala yang mungkin timbul karena alergi. Perhatikan juga jika Anda mencoba menghilangkan jenis makanan tertentu dari menu si kecil, apakah gejala itu bisa hilang.
Langganan:
Postingan (Atom)